7 FAKTA WASABI, SAMBAL UNIK YANG DISAJIKAN BERSAMA SUSHI

7 FAKTA WASABI, SAMBAL UNIK YANG DISAJIKAN BERSAMA SUSHI

Tahukah kamu kalau sebagian besar wasabi yang dijual di luar Jepang adalah tiruan dan terbuat dari lobak? Sebenarnya wasabi merupakan tanaman herba khusus yang hanya bisa tumbuh di negara Jepang.

Wasabi tergolong unik, karena warna hijau cerahnya yang menarik ternyata memiliki rasa yang tak secantik penampilannya. Wasabi memberikan sensasi tajam menyengat hingga ke hidung saat mengonsumsinya

Banyak orang yang mengenal wasabi sebagai sebagai pelengkap sushi, tetapi tahukah kamu kenapa wasabi disajikan dengan sushi atau dari mana asalnya wasabi? Karena faktanya wasabi sudah ada selama ratusan tahun sebelum akhirnya populer seperti sekarang. Berikut adalah tujuh fakta menarik tentang wasabi yang akan membuat kamu makin penasaran buat nyobain.


SUDAH DIKONSUMSI SEJAK 14.000 SM

Sumber: rekishinihon.com

Bukti arkeologis menunjukkan bahwa orang Jepang Kuno telah mengonsumsi wasabi sejak 14.000 SM dan wasabi pertama kali dibudidayakan pada tahun-tahun awal zaman Edo di Jepang. Klan Tokugawa adalah yang pertama membudidayakan wasabi, karena terbukti dari lambang keluarga klan tersebut yang menggunakan 3 daun wasabi. Lalu kapan pertama kali wasabi disajikan bersama sushi? Jawabannya adalah pada awal 1800-an selama era Bunsei pada zaman Edo. Jadi jangan heran jika kamu makan sushi, wasabi akan selalu menjadi ‘pendamping wajib’ saat menyantap sushi.


WASABI ADALAH TANAMAN HERBA

Kira-kira apa yang terlintas di pikiranmu saat melihat wasabi? Sambal atau bumbu pedas Jepang berwarna hijau ini banyak dikira seperti jahe, tetapi wasabi sebenarnya termasuk tanaman herba dan memiliki lebih banyak kesamaan dengan kubis lho. Jika dilihat-lihat, wasabi merupakan bagian dari keluarga Brassicaceae, yang beranggotakan seperti kubis, lobak, dan mustard. Rasa pedas wasabi berasa dari batangnya yang disebut rimpang.

 

DIGUNAKAN UNTUK MENCEGAH KERACUNAN MAKANAN

Wasabi bukan sembarang ‘sambal’, karena sambal Jepang ini mengandung beberapa nutrisi yang luar biasa. Wasabi segar mengandung vitamin B6, kalsium, magnesium, potassium, dan mangan. Wasabi juga sangat rendah kolesterol dan natrium, serta merupakan sumber serat dan vitamin C yang bagus.

Konon wasabi disajikan bersama sushi karena kandungan anti-bakterinya. Wasabi mengandung bahan kimia yang disebut allyl isothiocyanate, yang digunakan sebagai insektisida. Karena sushi umumnya menggunakan ikan dan kebanyakan ikan membawa parasit, dengan mengonsumsi wasabi bersama sushi dan sashimi dapat membunuh bakteri pada ikan. Artinya kemungkinan untuk keracunan makan setelah makan ikan mentah akan berkurang.


ADA PARUTAN KHUSUS UNTUK WASABI

Sumber: Global Kitchen Japan

Kalau biasanya kamu memiliki parutan keju atau parutan bumbu di rumah, tapi pernahkah kamu mendengar tentang parutan wasabi? Untuk mengolah wasabi, disarankan menggunakan parutan khusus wasabi agar tidak rusak. Parutan wasabi disebut oroshigane. Cara menggunakannya adalah cukup memarut wasabi dengan gerakan melingkar, hasilnya adalah pasta halus. Secara tradisional parutan wasabi dibuat dari kulit hiu, tetapi sekarang banyak koki yang menggunakan oroshigane yang terbuat dari logam.


15 MENIT SETELAH DIPARUT, RASANYA HILANG

Hati-hati saat kamu mencoba mengolah wasabi karena wasabi segar rasanya tidak bertahan lama. Saat wasabi diparut, dinding sel di dalam batangnya akan rusak dan memicu reaksi kimia antara enzim myrosinase dan glukosinolat yang menghasilkan isothiocyanates, senyawa yang menciptakan sensasi panas dan rasa yang unik. Setelah selesai diparut dan teroksidasi, rasa dan panasnya mulai memudar. Jadi, banyak yang memarut wasabi hanya saat dibutuhkan atau sesaat sebelum disajikan.


DISEBUT SAYURAN TERMAHAL DI DUNIA

Sumber: Bunnings

Kita mungkin menganggap wasabi sesuatu yang biasa saja karena selalu ada setiap kali kita makan sushi. Tetapi untuk mendapatkannya ternyata kita harus mengeluarkan biaya sekitar $250 atau hampir 4 juta rupiah 1 kg wasabi. Maka dari itu, banyak yang melihat wasabi seperti ‘permata’ di antara sayuran lainnya dan dianggap sebagai sayuran paling mahal secara global, karena wasabi bukan tanaman yang bisa tumbuh kapanpun dan dimanapun.

Untuk bisa tumbuh, wasabi membutuhkan kondisi tanah yang sempurna dan iklim yang unik. Wasabi tumbuh secara alami di lembah sungai di Jepang, yang sedikit sinar matahari langsung. Akarnya harus dapat mencapai aliran air yang konsisten atau stabil di bawah tanah. Wasabi juga hanya akan tumbuh di ketinggian sekitar 1.300 – 2.500 meter di atas permukaan laut dan akan mati jika berada pada suhu di bawah 8°C atau di atas 20°C. Itulah yang membuat wasabi cukup langka di luar Jepang.


KEBANYAKAN WASABI DI LUAR JEPANG ADALAH ‘PALSU’

Sumber: The Real Argentina

Karena wasabi adalah salah satu tanaman termahal di dunia, ada banyak wasabi palsu atau imitasi dijual di luar Jepang. Banyak wasabi yang dijual di supermarket mengandung bahan lain yang mirip, baik dari penampilan maupun rasa wasabi. Sayuran seperti lobak dan mustard seringkali digunakan sebagai pengganti wasabi ‘versi murah’. Diduga banyak wasabi di pasaran yang dijual dalam bentuk tabung ditambahkan pewarna makanan hijau agar memiliki warna yang sama dengan wasabi asli.

 

Sumber: Trade Korea

Penasaran gimana jadinya kalau wasabi bisa dinikmati dalam bentuk snack? Nah, pas banget nih karena ada Booga Chips Green Wasabi Crispy Seaweed yang bisa memuaskan rasa penasaranmu. Cemilan sehat asal Korea yang terbuat dari 100% rumput laut Korea dan bahan-bahan alami (beras ketan dan wijen), berpadu sempurna dengan rasa pedas unik wasabi. Buat pecinta makanan pedas, snack Korea ini wajib banget dicoba!

Temukan snack unik lainnya dari berbagai negara di www.tastysnack.id dan jangan lupa bagikan pengalamanmu saat mencicipinya dengan teman-teman Snackmate lainnya dengan tag Instagram, Facebook dan TikTok Tasty Snack Indonesia ya!