YUK KENALAN DENGAN 10 KERUPUK ENAK ASLI INDONESIA! – Tasty Snack Indonesia

YUK KENALAN DENGAN 10 KERUPUK ENAK ASLI INDONESIA!

Pernahkah kamu menyadari bahwa banyak orang Indonesia yang tidak bisa makan tanpa kerupuk? Bahkan, tak sedikit pula orang Indonesia yang bisa makan nasi hanya dengan kerupuk dan sambal saja lho. Jadi tak heran ketika berkunjung ke Indonesia, kamu bisa menemukan kerupuk dijual dimana-mana, mulai dari warung kecil, supermarket sampai masuk dalam menu pendamping di restoran bintang lima.

Memang kelezatan kerupuk Indonesia sudah jadi rahasia umum dan tak peduli kaya atau miskin, orang Indonesia tergila-gila pada kerupuk. Selain karena rasanya enak, harganya pun sangat terjangkau, banyak variasinya, bisa jadi cemilan ataupun pendamping saat makan nasi. Selain Indonesia, kerupuk juga ternyata disukai oleh orang Malaysia, Vietnam, Cina dan Thailand lho.

Tapi bagaimana sebenarnya sejarah kerupuk di Indonesia? Apakah kerupuk adalah warisan budaya Hindia Belanda? Dan selama ini, jenis kerupuk Indonesia apa saja yang sudah pernah kamu coba? Tim Tasty Snack sudah merangkum semua informasinya khusus buat Snackmate. Let’s explore!


ASAL MULA KERUPUK DI INDONESIA

Nama kerupuk atau krupuk menggambarkan suara renyah saat kita menyantap makanan ini. Di Indonesia, kerupuk sendiri sudah ada sebelum abad ke-10 Masehi dan menjadi makanan pendamping masyarakat pada saat itu. Rambak tercatat sebagai salah satu jenis kerupuk tertua yang dikonsumsi orang Indonesia. Bahkan rambak bisa menunjukkan status sosial masyarakat pada saat itu. Rambak yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau biasanya dikonsumsi oleh orang Hindia Belanda, sedangkan warga pribumi lebih sering mengonsumsi kerupuk yang terbuat dari olahan singkong yang dikenal dengan sebutan kerupuk aci, karena pada saat itu stok singkong di Indonesia sangat berlebih.

Tidak hanya di Indonesia, kerupuk juga ada di negara-negara Asia Tenggara lainnya, seperti Malaysia dan Filipina. Satu fakta menarik tentang kerupuk adalah kebanyakan kerupuk harus dijemur sebelum digoreng. Di Indonesia, daerah penghasil kerupuk terbanyak berasal dari daerah pesisir dan Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak jenis kerupuk. Yuk kita bahas satu per satu!


KERUPUK UDANG

Salah satu jenis kerupuk yang paling terkenal di Indonesia adalah kerupuk udang. Bahan utama kerupuk ini adalah udang, tepung tapioka, dan air. Biasanya kerupuk digoreng dengan minyak goreng panas, tapi bisa juga menggunakan oven. Manfaat menggunakan oven adalah kerupuk tidak akan terlalu berminyak dan aroma udangnya lebih kuat. Tapi sebelum digoreng, kerupuk udang harus melalui proses dijemur untuk menghilangkan kelembaban agar mencapai kerenyahan maksimum.

Meskipun kerupuk dianggap hanya snack, kehadirannya bisa menambah rasa pada sebuah makanan. Apalagi kerupuk udang yang cocok dengan hampir semua masakan Indonesia. 

Salah satu rekomendasi kerupuk udang dari kami adalah YUM! Shrimp Crackers yang merupakan snack exclusive Tasty Snack Indonesia. Bentuknya seperti stik, dikemas dalam kemasan pouch premium dengan ziplock, jadi sangat praktis dan gampang untuk disimpan kalau tidak langsung habis dikonsumsi.  Rasa udangnya pun berasa banget, gurihnya pas, buat siapapun yang mencicipinya tidak bisa berhenti mengunyah. Sekali mencoba, dijamin ketagihan! Kalau kamu paling suka makan kerupuk udang sebagai cemilan atau jadi pelengkap makanan utama?


EMPING

Kerupuk emping terbuat dari biji melinjo (Gnetum gnemon) dan memiliki rasa yang sedikit pahit dan banyak disukai wisatawan, termasuk mantan presiden Amerika Serikat, Barack Obama yang berkunjung ke Jakarta tahun 2010 silam.

Emping berasal dari bahasa Jawa, dan biasanya sering disajikan sebagai cemilan atau pendamping makanan tradisional Indonesia, seperti soto, sop buntut, gado-gado, lontong sayur, nasi kuning dan laksa.

Untuk membuat emping, biji melinjo direbus terlebih dulu agar kulitnya mengelupas. Kulit luar lebih lembut dan kulit dalam lebih kasar. Untuk ukuran emping yang lebih besar, biasanya terbuat dari beberapa biji melinjo atau dicampur dengan pati jagung atau umbi-umbian. Emping juga sudah dijual di Belanda, Amerika Serikat dan Timur Tengah. Di Belanda bahkan dijual emping mentah, karena hubungan Indonesia dan Belanda yang cukup kuat sehingga banyak dari mereka sudah mengenal emping sejak lama.

Mau cobain emping yang beda? Kamu wajib cobain YUM! Emping Chips. Teksturnya crunchy banget, tidak pahit seperti emping pada umumnya, dan bebas bahan pengawet. Kamu bisa menikmati emping bersama dengan keluarga dan teman-teman di rumah untuk pelengkap makananmu. Rasanya pasti tambah nikmat!


KERUPUK BAWANG

Kerupuk ini terbuat dari tepung tapioka dan campuran bawang putih. Kerupuk ini memiliki rasa dan aroma yang khas dengan rasa gurih yang nikmat. Kerupuk jenis ini sering disajikan dengan nasi uduk, nasi kuning, gado-gado, ketoprak, karedok dan nasi goreng. Rasanya sedikit lebih asin dari kerupuk lainnya dan umumnya berwarna-warni.


KERUPUK KULIT

Dalam bahasa Jawa, kerupuk kulit disebut dengan Rambak, sedangkan di Minangkabau disebut Karupuak Jangek. Bahan utama kerupuk kulit adalah kulit bagian dalam sapi atau kerbau yang lembut. Agar tetap renyah, kerupuk kulit yang sudah matang dimasukkan ke dalam kantong plastik yang sudah divakum. Beberapa daerah di Indonesia yang mayoritas penduduknya non-muslim, juga menjual kerupuk kulit babi, contohnya adalah Bali.


KERUPUK IKAN

Kerupuk Ikan juga merupakan salah satu jenis kerupuk yang paling populer di Indonesia. Kerupuk ini menggunakan ikan, bumbu, dan tepung tapioka sebagai bahan dasarnya. Jenis kerupuk ikan yang paling disukai masyarakat Indonesia adalah yang terbuat dari ikan cakalang. Sebutan untuk kerupuk ikan pun berbeda-beda di beberapa daerah. Misalnya di Kalimantan, kerupuk ikan juga dikenal dengan sebutan amplang atau kerupuk cakar harimau. Merupakan salah satu oleh-oleh khas Kalimantan, amplang memiliki banyak varian berdasarkan bahan dasar pembuatnya, seperti salmon, rumput laut, kepiting, dan masih banyak lagi.

Beda lagi dengan orang Palembang yang menyebut kerupuk ikan dengan sebutan kemplang. Bahan utama kemplang adalah tepung tapioka dan ikan tenggiri. Biasanya orang makan kemplang dengan sambal asam dan pedas, umumnya dimakan bersama pempek. Kemplang sebagian besar berasal dari daerah Sumatera bagian selatan seperti Palembang, Bandar Lampung dan Pulau Bangka.


KERUPUK MIE

Sesuai dengan namanya, kerupuk berwarna kuning ini terbuat dari pasta yang menyerupai mie. Kamu bisa jadikan kerupuk mie ini sebagai cemilan atau pelengkap beberapa makanan, misalnya acar. Kerupuk mie juga cocok dipadukan dengan saus kacang dan sangat mudah ditemukan di pinggir jalan atau pasar tradisional, terutama daerah Jakarta karena sering dijadikan pendamping asinan.


KERUPUK GENDAR

Kerupuk gendar terbuat dari campuran nasi yang ditumbuk dengan bumbu dan rempah-rempah serta tepung tapioka untuk menambah kekenyalan kerupuk. Biasanya, setelah 2-3 hari dijemur di bawah terik matahari, kerupuk gendar mentah bisa langsung goreng dan dimakan sebagai camilan sore hari.


KERUPUK PASIR

Kerupuk pasir punya sebutan lain yaitu kerupuk miskin atau kerupuk melarat. Sesuai dengan namanya, kerupuk ini dimasak menggunakan pasir alias tanpa minyak goreng. Kamu bisa menemukan banyak pedagang yang menjual kerupuk ini jika berkunjung ke daerah Cirebon, Jawa Barat. Kerupuk miskin terbuat dari tepung tapioka, garam, dan bawang putih, serta memiliki rasa yang gurih dan sangat renyah meskipun menggunakan pasir.

Kerupuk pasir ini disebut kerupuk miskin karena awal mula terciptanya kerupuk ini karena pada zaman dahulu banyak orang miskin yang tidak punya uang untuk membeli minyak goreng. Orang Indonesia biasanya makan kerupuk pasir dengan sambal terasi khas Jawa Timur.


KERUPUK PUTIH

Siapa yang suka ke warung dan melihat kaleng biru berisi kerupuk berwarna putih? Nah, kerupuk ini punya banyak nama, diantaranya kerupuk putih, kerupuk blek, kerupuk uyel, dan kerupuk kampung. Kerupuk yang hampir selalu ada di setiap rumah makan ini merupakan salah satu kerupuk enak asli Indonesia paling populer karena rasanya yang gurih dan asin. Kerupuk asli Indonesia yang terbuat dari tepung tapioka dan bawang bombay ini sangat enak, teksturnya renyah dan rasa bawangnya berasa banget. Sangat cocok untuk disantap bersama makanan Indonesia lainnya, pasti makin nikmat!


RENGGINANG

Rengginang terbuat dari beras ketan atau beras kering. Sebelum dijemur, beras ketan ditambahkan terasi atau udang kering untuk rasa asin dan gula merah untuk yang manis. Setelah dibumbui, dipipihkan dan dibentuk menjadi lingkaran, kemudian dijemur dan digoreng dengan minyak banyak. Kerupuk nasi jenis ini berbeda dengan kebanyakan kerupuk nasi lainnya karena butiran berasnya terlihat jelas. Banyak orang Indonesia yang memanfaatkan nasi sisa kemarin untuk dibuat menjadi rengginang, sehingga bisa menjadi pendamping makanan lainnya.


Kerupuk memang tidak terpisahkan dari orang Indonesia. Makan tanpa kerupuk itu rasanya hambar, karena hampir semua makanan Indonesia cocok disantap bersama kerupuk dan rasanya malah semakin enak. Setuju gak?

Semoga informasi di atas bisa memperkaya wawasan Snackmates tentang jenis-jenis kerupuk enak asli Indonesia ya. Jangan lupa kalau cari snack enak, unik dan favorit dari mancanegara, cus langsung ke www.tastysnack.id aja!